Beberapa Hadits Palsu Seputar Akik

Agustus 18, 2017 Unknown 0 Comments

Riwayat-riwayat yang membicarakan tentang keutamaan batu akik adalah banyak jumlahnya namun sama sekali tidak ada yang valid, di antaranya beberapa riwayat berikut...



Zaman batu. Apakah istilah ini bisa mewakili fenomena baru di negeri ini? Entahlah. Akhir-akhir ini kita dihadapkan pada masa di mana orang-orang di negeri ini menggandrungi batu akik. Mereka pun berlomba-lomba mendapatkan batu akik secantik mungkin untuk kemudian dikenakan. Kebiasaan ini pun dimanfaatkan oleh sebahagian orang untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Memang pada asalnya jual beli batu akik adalah mubah, dan memang di balik batu akik ini ada rupiah yang menanti. Melalui banyaknya pedagang batu akik inilah masyarakat mulai tertarik mengoleksinya. Mula-mula hanya sekedar iseng, namun lambat laun termasuk penggandrungnya.

Namun permasalahannya adalah ternyata kenyataan di lapangan, di balik batu akik juga ada mudharat dan fitnah (keburukan) yang dijumpai. Diantaranya keyakinan para penjual dan pemakai akik bahwa benda tersebut dapat memperlaris dagangan. Terkadang pedagang tidak segan-segan mendatangkan riwayat-riwayat yang menunjukkan akan keutamaan batu akik sehingga membuat dagangannya banyak diminati pelanggan. Oleh karena itu Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– pernah mengatakan,

Sesungguhnya para pedagang akan dibangkitkan pada hari kiamat sebagai orang-orang jahat kecuali yang bertaqwa pada Allah, bersikap baik, dan jujur.” (HR At-Tirmidzi, Ad-Darimi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban. At-Tirmidzi mengatakan tentang hadits tersebut, “Hasan shahih.” Sementara Al-Hakim mengatakan, “Sanadnya shahih.” Dan komentar tersebut disepakati oleh Adz-Dzahabi)

Dalam hadits lain disebutkan,

Sesungguhnya para pedagang itu adalah penjahat”.

Rasulullah, bukankah Allah telah menghalalkan jual-beli?,” tanya seseorang.

Benar,” jawab beliau, “Namun mereka berucap dusta dan bersumpah sehingga berdosa” (HR Ahmad dan Al-Hakim,Al Hakim berkata: “Sanadnya shahih”. Penilaian beliau disetujui oleh Adz Dzahabi).

Sedangkan riwayat-riwayat yang membicarakan tentang keutamaan batu akik adalah banyak jumlahnya namun  sama sekali tidak ada yang valid, di antaranya beberapa riwayat berikut:

Riwayat 1

Pakailah akik karena ia membawa berkah.”

Haidts tersebut diriwayatkan oleh Ya’qub bin Al-Walid Al-Madani oleh Al-Muhamili dalam Al-Amali (II/41), Al-Khathib dalam Tarikh-nya (II/251), serta Al-‘Uqaili dalam Adh-Dhu’afa’ no. 466.

Ibnu ‘Adi meriwayatkannya dari jalur Ya’qub bin Ibrahim Az-Zuhri. Keduanya dari Hisyam bin ‘Urwah, dari ‘Aisyah. Dalam Al-Mudhu’at (I/423), Ibnul Jauzi mengatakan, “Ya’qub suka berdusta. Ia memalsukan hadits”. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani memasukkannya dalam Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah wa Al-Maudhu’ah no. 226.

Riwayat 2

Kenakanlah cincin, sebab ia dapat menghilangkan kefakiran.”

Al-‘Ajluni dalam Kasyf Al-Khafa’ (I/299-300, hadits no. 958) mengatakan, “Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Adi, dari Anas. Ibnu ‘Adi mengatakan, bahwa hadits tersebut batil. Di dalam perawinya terdapat Al-Husain bin Ibrahim yang tidak diketahui identitasnya. Makanya Ibnul Jauzi menghukuminya sebagai hadits palsu dan disepakati oleh As-Suyuthi.”

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani memasukkan hadits ini dalam Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah wa Al-Maudhu’ah no. 227.

Riwayat 3

Bercincinlah karena ia dapat membantu menyukseskan urusan. Sedangkan yang lebih pantas dihiasi ialah jari tangan kanan.”

Syaikh Al-Albani mengatakan dalam Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah wa Al-Maudhu’ah no. 228, “Palsu. Diketengahkan oleh Ibnu ‘Asakir (IV/291/1-2) saat menyatakan biografi Al-Hasan bin Muhammad Ibnu Ahmad bin Hisyam As-Sullami melalui sanadnya pada Ja’far Muhammad bin ‘Abdullah Al-Baghdadi: Muhammad bin Al-Hasan telah bercerita padaku, Humaid Ath-Thawil telah bercerita pada kami, dari Anas secara marfu’.

Al-Hafihz Ibnu Hajar dalam Lisan Al-Mizan (II/269) berkomentar, ‘Tidak ragu lagi bahwa itu palsu. Tapi aku tak mengetahui siapa yang memalsukannya’. Pernyataannya ini disepakati oleh As-Suyuthi dalam Al-Laali Al-Mashnu’ah (II/273).”

Riwayat 4

Hendaklah kamu bercincin yang bermata akik karena selama kamu mengenakannya kamu tidak akan tertimpa kesedihan.”

Dalam Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah wa Al-Maudhu’ah no. 229, Syaikh Al-Albani menulis, “Palsu. Diriwayatkan oleh Ad-Dailami dalam Musnad-nya (II/32) dari jalur Mihrawih Al-Qazwaini. Dalam sanadnya terdapat Dawud bin Sulaiman Al-Ghazi Al-Jurjani. Ibnu Main menilainya pendusta.

Adz-Dzahabi mengatakan, “Orang tua pendusta. Ia memiliki naskah palsu dari ‘Ali bin Musa Ar-Ridha. Kataku, hadits ini terdapat dalam naskah tersebut. Orang yang melihat Al-Maqashid Al-Hasanah dan Kasyf Al-Khafa’ akan merasa jelas”.

Riwayat 5

Kalaulah seroang di antara kalian ada yang meyakini terhadap suatu batu, niscaya akan memberinya manfaat.”

Syaikh ‘Ali Al-Qari mengatakan dalam Al-Maudhu’at hlm. 66 menghukumi hadits ini palsu. Sementara itu Ibnul Qayyim menyatakan bahwa riwayat tersebut bukan hadits Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, akan tetapi ucapan para penyembah berhala yang percaya pada kekuatan ghaib benda-benda, termasuk batu. Sedangkan Ibnu Hajar mengungkapkan, hadits tersebut tidak ada asal-usulnya.

Demikianlah beberapa riwayat-riwayat palsu yang berkaitan dengan cincin dan akik. Kiranya tidak ada yang sah sama sekali. Jadi menurut kaedah yang dibuat para ulama ini, seluruh hadits yang berkaitan dengan batu, dapat langsung kita hukumi sebagai hadits palsu.

Tentu saja riwayat-riwayat ini jika diyakini hanya akan merusak aqidah seseroang. Sebab memang bertolak belakang dengan hadits-hadits shahih lainnya, seperti hadits ‘Imran bin Hushain –radhiyallahu ‘anhu-, bahwasannya Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– melihat seseorang yang pada tangannya terdapat gelang. Beliau mengatakan, “Apa ini?”

Ini untuk menolak demam,” jawab orang itu.

Sabdanya, “Lepaskan. Sebab itu hanya akan membuatmu bertambah demam. Dan apabila kamu mati sedangkan gelang itu masih ada padamu, kamu tidak adan beruntung.” (HR Ahmad dalam Musnad-nya).


Sumber: muslim

0 komentar:

Wisata Karimunjawa Keindahan Indonesia

Agustus 06, 2017 Unknown 0 Comments

Wonderful Indonesia Karimunjawa ialah kepulauan di Laut Jawa yang tergolong dalam Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dengan luas daratan ±1.500 hektare dan perairan ±110.000 hektare, Karimunjawa sekarang dikembangkan menjadi daya tarik wisata Taman Laut yang mulai tidak sedikit digemari wisatawan lokal maupun mancanegara.


Berdasarkan legenda yang beredar di kepulauan, Pulau Karimunjawa ditemukan oleh Sunan Muria. Legenda tersebut berkisah mengenai Sunan Muria yang prihatin atas kenakalan putranya, Amir Hasan. Dengan maksud mendidik, Wonderful Indonesia Sunan Muria lantas memerintahkan putranya guna pergi ke suatu pulau yang nampak “kremun-kremun” (kabur) dari puncak Gunung Muria supaya si anak bisa memperdalam dan mengembangkan ilmu agamanya. Karena terlihat “kremun-kremun” maka dinamakanlah pulau itu Pulau Karimun.

Ekosistem
Sejak tanggal 15 Maret 2001, Karimunjawa diputuskan oleh pemerintah Jepara sebagai Taman Nasional. Karimunjawa ialah rumah untuk terumbu karang, hutan bakau, hutan pantai, serta nyaris 400 spesies hewan laut, di antaranya 242 jenis ikan hias. Wonderful Indonesia Beberapa hewan langka yang berhabitat disini ialah Elang Laut Dada Putih, penyu sisik, dan penyu hijau. Tumbuhan yang menjadi karakteristik Taman Nasional Karimunjawa yakni dewadaru (Crystocalyx macrophyla) yang ada pada hutan hujan dataran rendah. Ombak di Karimunjawa termasuk rendah dan jinak, diberi batas oleh pantai yang kebanyakan ialah pantai pasir putih halus.

Penduduk
karimunjawa wonderful indonesiaKarimunjawa berpenduduk lebih dari 10100000 jiwa di lima pulau yang berpenghuni. Tiga suku utama yang menghuni Karimunjawa ialah suku Jawa yang bertani dan memproduksi alat keperluan rumah tangga, Wonderful Indonesia suku Bugis yang ialah pelaut andal sampai-sampai berprofesi sebagai nelayan, dan suku Madura yang pun berprofesi sebagai nelayan namun memiliki keunggulan membuat ikan kering.

Pendidikan di Karimunjawa sudah mencapai sampai tingkat SMU. Di samping mempunyai sekitar 10 SD (lima di Karimun, tiga di Kemujan dan setiap satu di Parang dan Genting), Karimunjawa pun mempunyai satu SMP, Wonderful Indonesia Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan SMK Negeri jurusan Budidaya Rumput Laut serta Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan yang adalahsekolah gratis, serta satu Madrasah Aliyah di Penghujan.

Transportasi
Transportasi sangat umum dipakai untuk ke Karimunjawa ialah kapal dari Semarang dan Jepara. Dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, kapal Kartini I (kapal cepat) berangkat masing-masing Sabtu pukul 9 pagi ke Karimunjawa dan pulang dari Karimunjawa masing-masing Minggu siang, lama penyebrangan 2-3 jam.

Dari Pelabuhan Pantai Kartini, Jepara ada Kapal Muria yang berangkat masing-masing dua hari sekali,lama penyebrangan kapal ekonomi ini +/- 6 jam pelayaran. perlu diacuhkan untuk jadwal kapal dari pelabuhan Jepara seringkali berangkat hari selasa,kamis,sabtu jam 9 pagi dan dari karimunjawa mengarah ke jepara rabu,jumat,minggu jam 8 pagi. Wonderful Indonesia jadwal ini dapat berubah cocok dengan cuaca atau ombak di laut jawa. sekiranya terjadi gelombang tinggi maka pihak perhubungan di pelabuhan tidak akan menyerahkan izin pelayaran, dan jadwal embarkasi kapal bakal berubah mengekor perubahan cuaca. Pelabuhan jepara juga dapat membawa Mobil dan motor guna diseberangkan ke Karimunjawa.

Jalur udara bisa ditempuh dari Bandara Ahmad Yani, Semarang mengarah ke Bandar Udara Dewa Daru di Pulau Kemujan dengan pesawat sewa jenis CASA 212 yang disediakan oleh PT. Wisata Laut Nusa Permai (Kura-Kura Resort). Waktu tempuh tidak cukup lebih 30 menit.Wonderful Indonesia

0 komentar: